Tuesday, November 11, 2014

Tugas VII: Komunikasi Dalam Organisasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama.

Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.

Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.

Komunikasi dalam organisasi tak langsung terbentuk dengan sendirinya, diperlukan unsur – unsur penyebabnya. Unsur – unsur terjadinya komunikasi adalah :
  • Sumber
  • Saluran
  • Pesan
  • Penerima
  • Timbal Balik


Penyaluran Ide dalam Komunikasi

Menyalurkan ide melalui komunikasi bisa secara lisan maupun tulisan. Salah satu nya adalah dengan memberikan solusi yang tepat kepada orang lain yang membutuhkan solusi untuk menyelesaikan masalah nya.

Tahapan – tahapan menyalurkan ide melalui komunikasi :

1.      Ide (gagasan), Perumusan
Dalam perumusan, disini ide si sender disampaikan dalam kata-kata.

2.      Penyaluran (Transmitting)
Penyaluran ini adalah bisa lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat dsb.

3.      Tindakan
Dalam tindakan ini sebagai contoh misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.

4.      Pengertian
Dalam pengertian ini disini kata-kata si sender yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si receiver.

5.      Penerimaan
Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).


Hambatan – Hambatan Komunikasi

Berikut ini adalah hambatan – hambatan dalam Komunikasi :

1)    Hambatan dari Proses Komunikasi :

  • Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
  • Hambatan dalam penyandian/symbol.
  • Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
  • Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
  • Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima.
  • Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima/mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
  • Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.

 2) Hambatan Fisik

Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain – lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

3) Hambatan Semantik.

Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima.

4) Hambatan Psikologis

Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai – nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan.



Klasifikasi Komunikasi dalam Organisasi

Di bawah ini ada beberapa klasifikasi komunikasi dalam organisasi yang di tinjau dari beberapa segi :

1)    Dari segi sifatnya :

a.    Komunikasi Lisan
Komunikasi yang berlangsung lisan / berbicara

b.    Komunukasi Tertulis
Komunikasi melalui tulisan

c.    Komunikasi Verbal
Komunikasi yang dibicarakan/diungkapkan

d.    Komunikasi Non Verbal
Komunikasi yang tidak dibicarakan(tersirat)

2)    Dari segi arahnya :

a.    Komunikasi Ke atas
Komunikasi dari bawahan ke atasan

b.    Komunikasi Ke bawah
Komunikasi dari atasan ke bawahan

c.    Komunikasi Horizontal
Komunikasi ke sesama manusia / setingkat

d.    Komunikasi Satu Arah
Pemberitahuan gempa melalui BMKG(tanpa ada timbal balik)

e.    Komunikasi Dua Arah
Berbicara dengan adanya timbal balik/ saling berkomunikasi

3)    Menurut Lawannya :

a.    Komunikasi Satu Lawan Satu
Berbicara dengan lawan bicara yang sama banyaknya

b.    Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok)
Berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok

c.    Kelompok Lawan Kelompok
Berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain

4)    Menurut Keresmiannya :

a.    Komunikasi Formal
Komunikasi yang berlangsung resmi

b.    Komunikasi Informal
Komunikasi yang tidak resmi


Referensi:

Sunday, November 9, 2014

Membuat Program Sederhana Menggunakan Cobol

Program COBOL di buat untuk pengolahan data yang banyak diterapkan pada permasalahan . Program COBOL sifatnya standard, sehingga dapat dipergunakan pada komputer-komputer yang berbeda, tanpa banyak perbedaan.

Struktur program COBOL jelas, sehingga dapat dimengerti oleh orang seperti Akuntan, Auditor, atau Manajer-manajer yang hanya mempunayai pengetahuan pengolahan data yang sedikit.

COBOL menyediakan fasilitas Listing Program, bilamana perlu dapat diperiksa oleh orang lain selain programer & Mudah didokumentasikan, dikembangkan bilamana perlu.

Disini saya akan menjelaskan cara membuat program sederhana yaitu memasukkan data mahasiswa menggunakan program cobol.

Cara membuat sebuah program menggunakan cobol bisa melalui berbagai program yaitu cmd, ide cobol, notepad ++ ataupun yang bisa dan lain-lainnya. Saya akan menggunakan notepad biasa karena itu lebih mudah.

  1. Lalu untuk membuat program biodata dahului dengan mengetik pengcodingan pembuatan program, seperti contoh gambar berikut ini:



PENJELASAN :
  • IDENTIFICATION DIVISION merupakan divisi yang pertama dalam cobol yang sederhana.
  • PROGRAM-ID. INPUT. (Nama program Input) : panjang maks hanya 6 karakter.
  • AUTHOR. TYAS (Nama programmer TYAS)
  • ENVIROMENT DIVISION. Menyediakan informasi mengenai peralatan yang digunakan.
  • WORKING-STORAGE SECTION. Untuk pemesanan program di internal memory (STORAGE).
  • 01 MASUKAN DATA..
  • 02 NAMA PIC  A(30). Untuk menentukan type data karakter
  • 02 NPM PIC X(9). Untuk menentukan type data karakter dan numeric
  • 02 UTS PIC 999. Untuk menentukan type data numeric sebanyak 3 angka.
  • 02 UAS PIC 999. Untuk menentukan type data numeric sebanyak 3 angka
  • SCREEN SECTION. Digunakan untuk  menunjukan format dari layar untuk menampilkan data.
  • HAPUS-LAYAR.
  • BLANK SCREEN. digunakan untuk membersihkan layar dan menempatkan kursor pada posisi kiri atas.
  • PROCEDURE DIVISION. Merupakan inti dari pemrograman COBOL.
  • DISPLAY (6,  9) “ NAMA : “. Digunakan untuk menampilkan “NAMA” pada baris 6 kolom ke 9.
  • ACCEPT ( , ) NAMA. Digunakan untuk memasukkan data lewat layar sewaktu program tersebut dijalankan.
  • DISPLAY (7, 9) “ NPM : “. Digunakan untuk menampilkan “NPM” pada baris 7 kolom ke 9.
  • ACCEPT ( , ) NPM. Digunakan untuk memasukkan data lewat layar sewaktu program tersebut dijalankan.
  • DISPLAY (8 , 9) “ UTS : “. Digunakan untuk menampilkan “UTS” pada baris 8 kolom ke 9 .
  • ACCEPT ( , ) UTS. Digunakan untuk memasukkan data lewat layar sewaktu program tersebut dijalankan .
  •  DISPLAY (9 , 9) “ UAS : “. Digunakan untuk menampilkan “UAS” pada baris 9 kolom ke 9.
  • ACCEPT ( , ) UAS. Digunakan untuk memasukkan data lewat layar sewaktu program tersebut dijalankan.
  • STOP RUN. Program berakhir dan siap dijalankan.
2.  Lalu save as programnya dengan mengganti extension nya dengan .cob dan menyimpannya di directory c:\cobol


3. Buka DOSBox. Cara menjalannya:


4. Untuk contoh di bawah adalah untuk melihat codding yang masih ada error, dan untuk mengedit codding kembali anda ketik > edit (nama file yang telah tersimpan). Contoh :  EDIT COBA.COB 


5. Maka anda akan kembali masuk dalam program dan jika data anda sudah benar maka untuk menjalankan programnya RUNCOBOL COBA.COB (nama file yang telah tersimpan) ENTER.



6. Maka hasilnya akan seperti ini:


Selamat Mencoba! :)

Saturday, November 8, 2014

Tugas VI: Proses Organisasi

Proses Organisasi

Proses Organisasi adalah segala aktivitas-aktivitas utama yang dilakukan dalam suatu organisasi. Proses organisasi itu berkaitan dengan interaksi antar anggota di dalam suatu organisasi dan dapat diartikan sebagai prosedur bagaimana anggota dapat saling bahu membahu untuk membangun suatu organisasi.

Proses Mempengaruhi

Dalam perusahaan tentu adanya proses peran dari masing – masing pegawai dalam suatu perusahaan. Proses peranpun itu meliputi cara kerjanya perusahaan untuk mencari harapan yang terbaik. Dimana perusahaan bisa untuk berkembang dengan baik tanpa adanya hal untuk saling mempengaruhi. Peran itupun akan saling menunjang kemajuan perusahaan. Karena dengan adanya peran untuk saling mempengaruhi maka perusahaan akan saling terdapat komunikasi yang baik didalam menjalin etika yang formal.

Merupakan proses untuk memmpengaruhi yaitu suatu bentuk kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok. Proses ini biasanya diterapkan untuk mengerti suatu bentuk kebiasaan atau perilaku dari anggota organisasi sehingga dapat melihat dan memehami karakterisitik dari sebuah organisasi itu sendiri.

Kekuatan fisik, metode ini dilakukan menggunakan fisik, seperti menggunakan tangan dalam mempengaruhi individu maupun kelompok (berhubungan dengan kekerasan).

Penggunaan sanksi, metode ini dilakukan dengan memberikan sanksi kepada individu maupun kelompok, sanksi yang diberikan berupa sanksi positif maupun negatif.

Keahlian, metode ini dilakukan dengan keahlian, seseorang yang mempengaruhi mempunyai keahlian dalam mempengaruhi individu maupun kelompok.

Kharisma (daya tarik), pada metode ini seseorang yang dipengaruhi akan tertarik kepada orang yang mempengaruhi, karena orang tersebut memiliki kharisma tanpa harus menggunakan kekuatan fisik, sanksi maupun keahlian.

Daerah pengaruh mencakup hubungan-hubungan :
·         Antara perseorangan
·         Kelompok dengan seseorang
·         Seseorang dengan kelompok

Proses Pengambilan Keputusan

Keputusan dari seorang pemimpin tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui suatu proses. Pengambilan keputusan yang akan diwujudkan menjadi kegiatan kelompok merupakan hak dan kewajiban pucuk pimpinan berupa wewenang dan wewenang itu dapat dilimpahkan.
Pengambilan keputusan oleh seorang pemimpin yang bersifat apriori (berburuk sangka) selalu merupakan proses, baik yang berlangsung dalam pikiran maupun dalam kegiatan oprasioal pemecahan masalah. Proses pengambilan keputusan itu berlangsung dengan tahapan sebagai berikut :

a.    Menghimpun data melalui pencatatan bahkan mungkin berupa kegiatan penelitian
b.    Melalui analisis data
c.    Menetapkan keputusan yang akan ditempuh
d.    Mengoprasionalakan keputusan menjadi kegiatan
e.    Selama berlangsungnya kegiatan sebagai pelaksana keputusan akan diperoleh data oprasional yang baru

Sementara itu tahapan-tahapan dalam proses pengambilan keputusan dapat dikemukakan sebagai berikut :

a.    Tetapkan masalah
b.    Idntifikasi criteria keputusan
c.    Alokasikan bobot pada criteria
d.    Kembangkan alternaif
e.    Evaluasi alternative
f.     Pilih alternative terbaik

Menurut Fisher pada hakekatnya ada dua model proses pengambilan keputusan yaitu :

a.    Model preskriptif (pemberian resep perbaikan) :

·         Menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan.
·    Memberikan pedoman dasar, agenda, jadwal urut-urutan yang membantu kelompok mencapai consensus.
·        Di ambil berdasarkan pada proses yang ideal.

Contoh : model pemikiran reflektif yang di kemukakan oleh Dewey yaitu PERT.

b.    Model deskriptif :

·        Meneruskan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan tertentu.
·      Berhubungan dengan observasi kelompok yang mengambil keputusan-keputusan dan menggambarkan proses tersebut.
·        Diambil berdasarkan realitas observasi.

Konsep Pengambilan Keputusan, yaitu:
·         Identifikasi dan diagnosis masalah.
·         Pengumpulan dan analisis data yang relevan.
·         Pengembangan dan evaluasi alternative.
·         Pemilihan alternatif terbaik.
·         Implementasi keputusan dan evaluasi terhadap hasil –hasil.

Tipe-Tipe Keputusan Manajemen
·         Keputusan - keputusan perseorangan dan strategi.
·         Keputusan - keputusan pribadi dan strategi.
·         Keputusan - keputusan dasar dan rutin.

Teknik Pengambilan Keputusan
·       Teknik- teknik kreatif: Brainstorming & Synectics.
·       Teknik- teknik partisipatif.
·  Teknik- teknik pengambilan keputusan Modern : Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal.

Referensi:

Sunday, November 2, 2014

'Virus Ebola' Mewabah Ke Dunia Maya

Mengutip dari sebuah artikel:

Wabah virus ebola kini sedang menyebar di sejumlah negara. Situasi ini dimanfaatkan oleh para peretas nakal di dunia internet dengan spam malware-nya.

Perusahaan keamanan online SpiderLabs Trustwave memperingatkan bahwa kampanye yang diganyang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai ebola di email merupakan spam malware. Itu bukanlah email yang sebenarnya dari WHO.

"Jika Anda mendapati email di kotak masuk dari WHO, menawarkan informasi dan pencegahan tips tentang ebola, jangan klik lampiran itu. Bisa jadi hasil klik berakhir dengan infeksi digital yang jahat," ungkap SpiderLabs Trustwave, dikutip dari The Guardian, Jumat 24 Oktober 2014.

Lebih lanjut lagi, file WHO yang terlampir dalam email tersebut mengenai ebola bukanlah informasi yang sebenarnya melainkan virus yang dapat menjangkit perangkat yang diunduhnya.

Dikatakan mereka, email itu dapat meng-install malware yang berpotensi dikendalikan oleh peretas dari jarak jauh. Peretasan ini bertujuan untuk melihat aktivitas korban melalui video dari webcam serta mencuri password.

Opini:

Virus Ebola tidak saja membuat panik dunia kesehatan, melainkan juga dunia teknologi. Tentunya bukan virus medis Ebola yang menyerang dunia teknologi, akan tetapi telah muncul sebuah malware baru bernama 'Ebola Virus' yang dikabarkan telah menyerang banyak komputer.
Keberadaan malware virus Ebola ini  sulit atau tidak terdeteksi oleh software anti virus. Mereka menyarankan agar kita harus berhati-hati ketika menerima email dari pihak asing.

Namun jangan sekali-sekali berani untuk membuka email tersebut. Apalagi membalasnya, lebih baik langsung di delete. Karena jika dibuka, malware akan langsung menyebar di komputer Anda. Bahayanya, jenis malware ini diyakini memungkinkan para hacker untuk mengakses berbagai data pribadi yang ada di komputer Anda. Khususnya data-data yang berhubungan dengan transaksi keuangan.

Referensi:

Saturday, November 1, 2014

Tugas V: Konflik Organisasi

Konflik adalah suatu proses antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkannya atau membuatnya menjadi tidak berdaya.

Konflik itu sendiri merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat maupun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggota atau antar kelompok masyarakat lainnya, konflik itu akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik yang dapat terkontrol akan menghasilkan integrasi yang baik, namun sebaliknya integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan suatu konflik.

Organisasi bisa terbentuk karena adanya kesamaan misi dan visi yang ingin dituju. Setiap anggota yang ada di dalam organisasi, secara langsung ataupun tidak langsung harus yakin dengan apa yang menjadi prinsip di dalam organisasi tersebut. Sehingga untuk mencapai visi dan menjalankan misi yang ditentukankan dapat berjalan dengan baik. Tetapi seiring berjalannya waktu, di dalam organisasi pasti pernah mengalami konflik. Baik konflik internal maupun konflik eksternal antar organisasi atau anggota di dalamnya. Konflik yang terjadi bisa karena permasalahan yang sangat sepele ataupun permasalahan yang benar-benar penting.

Adanya sekelompok orang di dalam organisasi tersebut pasti juga terdapat beberapa pemikiran dan pendirian yang berbeda-beda. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu timbulnya konflik. Konflik tidak muncul seketika dan langsung menjadi besar. Konflik itu berkembang secara bertahap. Jadi, jika konflik sudah teridentifikasi sejak awal, dicarikan langkah penyelesaian yang lebih dini, maka relatif lebih mudah dalam penanganan konflik.

Konflik dalam organisasi sering dilihat sebagai sesuatu yang negatif. Oleh sebab itu, penanganan yang dilakukan pun diarahkan kepada pernyelesaian konflik. Sebuah realita bahwa konflik merupakan sesuatu yang sulit dihindari karena berkaitan erat dengan proses interaksi manusia. Karenanya, yang dibutuhkan bukan meredam konflik, tapi bagaimana menanganinya sehingga bisa membawa dampak yang tidak negatif bagi organisasi. Akan tetapi tidak semua konflik merugikan, asalkan konflik tersebut ditata dengan baik maka dapat menguntungkan organisasi. Dan semua anggota bisa menjadikan konflik dalam organisasi sebagai sebuah pembelajaran dan bagian pertimbangan atas banyaknya pemikiran-pemikiran yang berbeda pada setiap anggota organisasi.

Jenis – Jenis Konflik :

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :
1.    Konflik peranan yang terjadi didalam diri seseorang (person-role conflict).
2.    Konflik antar peranan (inter-role conflict).
3.    Konflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang (intesender conflict).
4. Konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang bertentangan (intrasender conflict).

Konflik juga dapat dibedakan menurut pihak-pihak yang saling bertentangan. Atas dasar hal ini, ada 5 jenis konflik, yaitu:
1.    Konflik dalam diri individu.
2.    Konflik antar individu.
3.    Konflik antar individu dan kelompok.
4.    Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama.
5.    Konflik antar organisasi.

Sumber-Sumber Utama Penyebab Konflik Organisasi

Penyebab terjadinya konflik dalam organisasi, yaitu :
1.    Perbedaan nilai-nilai atau persepsi.
2.    Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula.
3.    Perbedaan kepentingan individu atau kelompok.
4.    Perbedaantujuan dan prioritas.
5.    Faktor struktur tugas maupun struktur organisasi.
6.    Kebutuhan untuk membagi sumber daya yang terbatas.
7.    Perbedaan pola interaksi yang satu dengan yang lainnya.

Strategi Penyelesaian Konflik

Ada beberapa cara untuk menangani konflik yaitu :

·         Introspeksi diri.
·         Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat, dan
·         Identifikasi sumber konflik.

Spiegel (1994) menjelaskan ada lima tindakan yang dapat kita lakukan dalam penanganan konflik :
1.    Kompetisi
Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain. Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
2.    Akomodasi
Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
3.    Sharing
Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.
4.    Kolaborasi
Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
5.    Penghindaran
Menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.

Motivasi
Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.
Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan. Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.

Teori Motivasi

1.    Teori X dan teori Y Mc Gregor

Anggapan-anggapan yang mendasari teori X :

  • Usaha fisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristirahat.
  • Rata-rata manusia bersedia belajar, dalam kondisi yang layak, tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung-jawab.
  • Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreativitas dan daya imajinasi untuk memecahkan masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh karyawan.
  • Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organisasi.
  • Keterikatan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima karena prestasinya dalam pencapaian tujuan itu.
  • Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.



2.    Teori Hirarki Kebutuhan Maslow

Menurut Maslow ada 5 kebutuhan dasar manusia yang membentuk hirarki kebutuhan, yaitu:
·         Kebutuhan Fisiologis
·         Kebutuhan Keamanan
·         Kebutuhan Sosial
·         Kebutuhan Penghargaan
·         Kebutuhan Aktualisasi Diri

3.    Teori Motivasi Berprestasi Mc Clelland

Menurut Mc Clelland, seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada yang lain dalam banyak situasi.

Mc Clelland memusatkan perhatiannya pada tiga kebutuhan manusia yaitu :
·         Kebutuhan Prestasi
·         Kebutuhan Afiliasi
·         Kebutuhan Kekuasaan

4.    Teori Motivasi Dua Faktor Herzberg

Menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu pemuas kerja (job satisfier) yang berkaitan dengan isi pekerjaan dan penyebab ketidakpuasan kerja (job dissafisfiers) yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan Satisfiers disebar motivators dan dissatifiers disebut faktor-faktor yang higienis.

Referensi: