Pertumbuhan aplikasi semakin bagus. Semakin banyak developer,
terutama dari kalangan anak kampus dengan latar belakang Teknologi dan Informasi
(TI) rajin memunculkan aplikasi baru yang menarik.
"Contohnya saja saat ini ada 5.000 aplikasi buatan
Indonesia. Itu baru di Windows. Belum platform lain. Kami Microsoft gak cuma
jualan software tapi mendukung juga kreatifitas anak muda," kata Esther K.
Sianipar, Community Affairs Manager Microsoft.
Berbicara di acara peresmian Pusat Kreatif Digital Depok,
Esther mengatakan bahwa coding sejatinya adalah hasil menjadi developer, bukan
consumer.
"Di balik apps itu adalah coding. Berbicara coding bukan
hanya mainannya anak-anak TI. Semua bidang akan main coding. Sebuah riset
memprediksi 2024 nanti semua akan pake coding. Karena semuanya akan berbasis
aplikasi," paparnya.
Dikatakan Esther, dia dan timnya di Microsoft akan terus
mendukung pengembangan kreatif digital, termasuk mencari bakat-bakat developer
dan menggiatkan semacam pelatihan coding.
Opini:
Penggunaan template untuk mengembangkan web dengan mengedit
dari sourcecode yang sudah ada. User tidak perlu tahu bahasa program yang rumit
untuk bisa membuat sebuah aplikasi digital tertentu karena sourcecode-nya sudah
tersedia.
Kemudahan penguasaan teknologi digital ditambah kemudahan
akses informasi telah mendorong lahirnya digitalpreneur, yaitu wirausaha yang
fokus pada teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Digitalpreneur adalah sosok kreatif yang mengerti tren di
bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat diharapkan
para generasi muda zaman sekarang terutama di Indonesia bisa menciptakan
kreasi-kreasi yang bisa mengundang konsumen pengguna teknologi ini.
Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Imajinasi
terkadang lebih berharga daripada ilmu pengetahuan.
Seiring dengan berbagai kemudahan dan fasilitas yang ada,
semangat kewirausahaan di bidang ICT di Indonesia tumbuh cukup subur. Bahkan,
kini hampir semua lini di industri ICT telah digeluti. Tumbuhnya para
digitalpreneur ini tentunya diharapkan bisa berkontribusi terhadap perekonomian
nasional. Karena itu, dukungan dari semua pihak, baik pemerintah maupun pihak
perusahaan sangat diharapkan bagi pertumbuhan bisnis para digitalpreneur
tersebut.
Di zaman yang serba digital ini, ketika informasi bisa
diperoleh dalam hitungan detik dan pengetahuan lebih banyak didapat dari mesin
pencari (searching) ketimbang di sekolah, kita tidak benar-benar berada di
dunia nyata. Sekarang ini adalah zamannya dunia. Seperti sebuah peribahasa "Sambil menyelam minum air".
Referensi:
No comments:
Post a Comment