Tuesday, November 25, 2014

Saat Tongkat Narsis Ikut Mendunia Namun Tetap Dianggap "Aneh"

Jakarta - Untuk masuk dalam daftar Top 25 Invention versi majalah TIME, tak harus produk mahal. Tongkat narsis alias tongsis yang murah meriah pun dianggap sebagai penemuan terkini.

Ya, seluruh dunia kini sudah mengenal tongsis. Perangkat yang dihargai puluhan ribu rupiah ini jadi andalan saat melakukan selfie.

Mengacu dari laporan data center di Amerika Serikat, Pew, sedikitnya seperempat warga Amerika Serikat telah berbagi foto selfie di jejaring sosial (termasuk presiden Barack Obama dan Kim Kardashian), dikutip detikINET dari TIME, Senin (24/11/2014).

Pada kenyataannya, selfie tidak mengenal perbedaan jenis kelamin, tua muda, kaya miskin, semuanya saat ini gemar melakukan berpotret diri sendiri.

Bila ditelisik lebih dalam, tongsis ini merupakan monopod yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga kompatibel dengan berbagai jenis smartphone.

Beberapa produsen pun berlomba untuk membuat tongsis dengan bentuk dan teknologi yang beragam.


Opini:

Karena semakin marak tongsis dikalangan media sosial maupun sosial, guna mempermudah para penggiat selfie untuk berfoto, beberapa dari tongsis kini sudah dilengkapi dengan tombol shutter yang terhubung melalui konektivitas Bluetooth. Jadi, pengguna tak perlu repot-repot untuk mengatur timer pada kameranya.

Namun tidak semua negara mendukung produk tongsis ini. Seperti halnya di Inggris, masyarakat Inggris menggangap orang-orang yang mengunakan tongsis aneh dan tidak wajar.
 

"Kenapa orang jadi terobsesi dengan diri mereka sendiri? Tolong stop kebiasaan narsis ini. Apakah kamu bisa bayangin berjalan di kota terus semua orang punya tongsis?" demikian pendapat seorang pembaca koran setempat, Daily Mail.

Tak hanya di Inggris, di Korea pun tongsis dianggap negatif. para penjual tongsis terancam sanksi denda atau malah hukuman penjara. Rupanya, tongsis bluetooth yang telah banyak dijual di sana, belum dites secara menyeluruh dan tidak ada sertifikasinya. Kemudian ada penilaian perangkat semacam itu bisa membuat perangkat elektronik lain terganggu fungsinya. 

Maka pemerintah berencana melakukan razia tongsis bluetooth. Ancaman hukumannya pun tidak main-main. Penjual tongsis bluetooth yang bandel terancam denda sampai 17 ribu poundsterling atau hukuman penjara sampai tiga tahun.

Jadi jangan sembarangan menggunakan alat-alat teknologi di negara asing karena belum tentu mereka menerima dan menggap positif alat-alat yang kita bawa dan gunakan di negara mereka.

Referensi:
 http://inet.detik.com/read/2014/11/24/191637/2757827/317/2/tongkat-narsis-ikut-mendunia
http://inet.detik.com/read/2014/11/25/130948/2758390/398/tongsis-dianggap-aneh-di-inggris
http://inet.detik.com/read/2014/11/25/102024/2758152/398/wah-jualan-tongsis-di-korea-bisa-dipenjara

No comments:

Post a Comment